Para diplomat berharap kesepakatan itu akan meyakinkan Iran dan Hizbullah Lebanon untuk menunda aksi pembalasan atas terbunuhnya seorang komandan tinggi Hizbullah dalam serangan udara Israel di Beirut dan pemimpin politik utama Hamas dalam sebuah ledakan di Teheran.
Netanyahu menegaskan kembali pada rapat kabinet hari Minggu bahwa Israel siap secara defensif maupun ofensif untuk menghadapi kemungkinan serangan di masa mendatang dari Iran atau proksi-proksinya.
“Kami juga bertekad untuk menuntut harga mahal dari musuh mana pun yang berani menyerang kami – dari arena mana pun,” ujarnya. [Red]#VOA








