Netanyahu Tuduh Hamas “Sangat Keras Kepala” soal Kesepakatan Gencatan Senjata

  • Whatsapp
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

Proposal yang terus berkembang itu menyerukan proses tiga fase di mana Hamas akan membebaskan semua sandera yang diculik dalam serangannya pada tanggal 7 Oktober, yang memicu perang paling mematikan yang terjadi antara Palestina dan Israel.

Sebagai gantinya, Israel akan menarik pasukannya dari Gaza dan membebaskan tahanan Palestina.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Akan tetapi, Hamas menolak tuntutan terbaru Israel, yang mencakup kehadiran militer secara terus-menerus di sepanjang perbatasan dengan Mesir dan garis yang memisahkan Gaza, di mana militer akan menggeledah warga Palestina yang kembali ke rumah mereka, untuk membasmi militan.

Hamas menuntut penarikan militer Israel secara penuh, seperti tercantum pada seluruh versi proposal kesepakatan gencatan senjata sebelumnya, menurut dokumen yang diterima Associated Press dan diverifikasi oleh para pejabat yang terlibat dalam negosiasi.

“Kami sedang melakukan negosiasi dan kami tidak akan hanya terus memberi. Ada hal-hal yang kami bisa fleksibelkan dan ada hal-hal yang kami tidak bisa fleksibelkan, yang akan kami tegaskan. Kami tahu cara membedakan keduanya dengan sangat baik,” ungkap Netanyahu di hadapan kabinetnya, Minggu.

Gencatan senjata di Gaza kemungkinan akan meredakan ketegangan di seluruh wilayah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *