Netanyahu Incar Iran setelah Taklukkan Hamas, Hizbullah, dan Suriah

  • Whatsapp
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan pidato pada upacara penghormatan bagi perwira tempur militer di pangkalan militer dekat Mitzpe Ramon, Israel, 31 Oktober 2024. (Foto: Reuters/Amir Cohen)

Di lapangan, prospek terbentuknya negara Palestina, yang terus dikesampingkan oleh pemerintah Netanyahu, semakin sulit terealisasi. Para pemimpin pemukim Israel semakin optimis bahwa Trump akan sangat mendukung pandangan mereka.

Lonjakan kekerasan pemukim dan meningkatnya kepercayaan diri gerakan pemukim, termasuk papan reklame jalan raya di beberapa wilayah Tepi Barat yang bertuliskan pesan dalam bahasa Arab “Tidak Ada Masa Depan di Palestina,” menunjukkan tekanan yang semakin besar terhadap warga Palestina.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Bahkan jika pemerintahan Trump mendorong diakhirinya konflik, “resolusi apa pun akan sesuai dengan persyaratan Israel,” kata Hiltermann dari Crisis Group.

“Sudah berakhir jika menyangkut negara Palestina, tetapi orang-orang Palestina masih ada di sana,” katanya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) dan Kepala Staf Angkatan Darat Israel Herzi Halevi (kiri) saat memberikan pengarahan di Koridor Netzarim, 19 November 2024. (Foto: AFP)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) dan Kepala Staf Angkatan Darat Israel Herzi Halevi (kiri) saat memberikan pengarahan di Koridor Netzarim, 19 November 2024. (Foto: AFP)

Pada masa jabatan Trump sebelumnya, Netanyahu meraih beberapa kemenangan diplomatik, termasuk “Kesepakatan Abad Ini,” rencana perdamaian yang didukung Washington dan diluncurkan Trump pada 2020 untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

Rencana tersebut, jika diterapkan, akan menandai perubahan besar dalam kebijakan Amerika Serikat dan perjanjian internasional. Ini secara terang-terangan berpihak pada Israel dan menyimpang jauh dari kerangka kerja perdamaian berbasis tanah yang selama ini memandu negosiasi.

Rencana tersebut akan memberi Israel hak untuk mencaplok sebagian besar wilayah Tepi Barat yang diduduki, termasuk permukiman Israel dan Lembah Yordan. Rencana ini juga akan mengakui Yerusalem sebagai “ibu kota Israel yang tidak terbagi,” yang secara efektif menolak klaim Palestina atas Yerusalem Timur sebagai ibu kota mereka yang sesuai dengan resolusi PBB. [Red]#VOA