Marcos mengatakan, kisah Veloso menggema di Filipina, sebagai “seorang ibu yang terperangkap oleh cengkeraman kemiskinan, yang membuat satu pilihan putus asa yang mengubah jalan hidupnya.”
Penangguhan hukuman diberikan setelah seorang perempuan yang diduga merekrut Veloso ditangkap dan diadili atas tindak perdagangan manusia, dan Veloso pun dijadikan saksi penuntut.
“Saya sangat senang hari ini, tapi sejujurnya saya sedikit sedih, karena Indonesia telah menjadi keluarga kedua saya,” ungkap Veloso, yang kemudian menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia.
“Saya harap Anda semua akan mendoakan saya. Saya harus kuat.”
Veloso berterima kasih kepada pemimpin kedua negara sebelum memberi gestur hati menggunakan tangannya dan meneriakkan “Saya cinta Indonesia!”
Upacara serah terima itu dihadiri oleh staf imigrasi dan pemasyarakatan Indonesia serta perwakilan dari kedutaan besar Filipina di Jakarta dan pejabat pemasyarakatan dari Manila.








