Selain itu, Khofifah mengingatkan pentingnya adaptasi digital bagi kader Muslimat NU tanpa meninggalkan jati diri sebagai santri. Kemandirian yang dimaksud mencakup berpikir, bertindak, serta ekonomi, agar Muslimat NU mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
Khofifah juga menyoroti pentingnya memperkuat dakwah melalui tindakan nyata (bilhal). Ia mencontohkan program vaksinasi yang telah mencapai 97 persen di NTB berkat kerja sama dengan Global Alliance for Vaccination Indonesia (GAVI).
Selain itu, Muslimat NU mengembangkan program lingkungan melalui gerakan penanaman pohon berbasis pesantren yang disebut “Sedekah Oksigen.” “Gerakan ini bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Ini bentuk nyata kepedulian terhadap bumi,” ujar Gubernur Jawa Timur tersebut.








