MATARAM | DN – Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Khofifah Indar Parawansa, menyerukan agar Muslimat NU di Nusa Tenggara Barat (NTB) aktif membantu pemerintah daerah dalam mencegah pernikahan usia dini. Ajakan tersebut disampaikan saat pengukuhan 10 Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU se-NTB di Mataram, Minggu (5/4/2026).
Khofifah menegaskan, pencegahan pernikahan dini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, terutama kaum ibu. “Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mencegah persoalan sosial, khususnya pernikahan usia dini. Peran ibu-ibu sangat besar, tetapi ini juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Menurut Khofifah, keluarga merupakan benteng utama dalam membangun ketahanan bangsa. Ia menekankan bahwa Muslimat NU harus hadir menjaga nilai-nilai luhur sekaligus mendorong kemandirian ekonomi keluarga. “Jika benteng keluarga rapuh, maka pertahanan bangsa juga akan goyah. Muslimat NU harus memastikan tradisi luhur tetap terjaga, namun keluarga juga mandiri secara ekonomi,” katanya.








