LAMONGAN | DN – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Lamongan (Unisla) terus memperkuat pijakannya dalam membangun ekosistem perguruan tinggi berbasis teknologi. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui peluncuran resmi aplikasi SIMONIK (Sistem Informasi Monitoring Akademik dan Kemahasiswaan) yang dirangkaikan dengan Workshop Akselerasi Publikasi Ilmiah di Auditorium Kampus Gedung Unisla, Kamis (13/8/2026).
Aplikasi SIMONIK hadir sebagai platform terpadu yang memadukan seluruh layanan akademik, pemantauan masa studi, hingga proses bimbingan perkuliahan dalam satu sistem digital yang transparan dan dapat diakses secara real-time. Dekan FKIP Unisla, Dr. Moh. Nurman, M.Pd, menegaskan bahwa sistem ini dibuat untuk menjawab tantangan fleksibilitas serta efisiensi di lingkungan kampus.
“Melalui Aplikasi SIMONIK ini, seluruh kegiatan akademik dan kemahasiswaan FKIP Unisla dapat diakses di mana saja untuk mendapatkan informasi, melakukan monitoring, hingga bimbingan perkuliahan yang terintegrasi dengan database selama masa studi. Kami berharap inovasi ini menjadikan dosen dan mahasiswa semakin kompeten, profesional, dan adaptif berbasis digital,” terang Dr. Moh. Nurman di sela acara.
Guna melengkapi ketersediaan infrastruktur digital tersebut, FKIP Unisla turut memacu kualitas lulusan melalui Workshop Akselerasi Publikasi Ilmiah. Menghadirkan narasumber Dr. Ryrin Fatmawati, M.Pd, pelatihan ini memfokuskan pembekalan bagi mahasiswa tingkat akhir agar mampu mengonversi tugas akhir atau skripsi menjadi artikel ilmiah bereputasi nasional (SINTA) maupun internasional.
Dr. Moh. Nurman menambahkan bahwa hasil riset mahasiswa tidak boleh berhenti hanya sebagai syarat kelulusan semata.
“Workshop ini memberikan bekal konkret bagi mahasiswa untuk mendapatkan bimbingan penulisan karya ilmiah hingga mampu menembus jurnal nasional dan internasional. Harapan kita bersama, karya ilmiah mahasiswa FKIP Unisla dapat memberikan manfaat nyata dan berdampak luas bagi masyarakat Indonesia maupun dunia,” jelasnya.
Inovasi ini disambut antusias oleh para peserta. Dimas Prasetyo, salah satu mahasiswa semester akhir FKIP Unisla, menilai integrasi layanan digital dan pelatihan jurnal ini sangat mempermudah proses penyelesaian studi.
“Kehadiran SIMONIK membuat pemantauan berkas dan progres bimbingan jadi jauh lebih praktis dan transparan. Ditambah lagi ada pembekalan publikasi, kami jadi punya gambaran jelas bagaimana membawa hasil skripsi agar bisa terbit di jurnal nasional, tidak hanya tersimpan di perpustakaan kampus,” ujar Dimas.
Lewat kombinasi digitalisasi layanan dan penguatan budaya riset ini, FKIP Unisla makin mempertegas komitmennya dalam mencetak lulusan yang berdaya saing tinggi serta relevan dengan kebutuhan zaman. [NH]








