Kejadian bermula saat korban sedang mengendarai mobilnya untuk bekerja. Tiba-tiba, dua mobil yang diduga milik para pelaku menghentikan laju kendaraan korban. Sekitar delapan orang turun dan langsung melakukan tindakan kekerasan, termasuk memukul dan menendang korban, sebelum merampas kunci kontak dan membawa lari kendaraan tersebut.
“Saya benar-benar takut. Tangan saya dipegang, kaki saya ditahan, lalu mereka menendang tangan saya yang memegang kunci. Mobil langsung dibawa kabur,” ujar K saat ditemui Tim Media.
Mengetahui kejadian tersebut, komunitas BRAKO (Brandal Komprank) yang dipimpin oleh Ndan Gik langsung melakukan pengejaran. Berkat koordinasi cepat antaranggota, mobil dum truk berhasil ditemukan dan dihentikan di kawasan Taman Gajah Bolong, Kecamatan Baureno.
“Korban adalah anggota kami. Kami tidak tinggal diam. Ini bukan hanya soal kendaraan, tapi soal keamanan warga. Kami minta aparat bertindak tegas,” tegas Ndan Gik.
Saat ini, para pelaku telah diamankan oleh Tim Resmob Polres Bojonegoro. Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap motif dan legalitas tindakan para pelaku.








