Meta Hapus 63.000 Akun Instagram Kejahatan Seksual dari Nigeria

  • Whatsapp
Aplikasi media sosial milik Meta tampak di layar ponsel di New York, 13 Maret 2019. (Foto: Jenny Kane/AP Photo)

Penipuan tersebut memicu setidaknya 20 kasus bunuh diri, Menurut Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (Federal Bureau of Investigation/FBI)

“Pelanggar yang terlibat dalam pemerasan seks bermotif finansial sering kali berlokasi di luar Amerika Serikat—terutama di negara-negara Afrika barat seperti Nigeria dan Pantai Gading, atau negara-negara Asia Tenggara seperti Filipina,” kata FBI dalam sebuah pernyataan pada Januari.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Untuk memerangi meningkatnya kejahatan seksual online, Meta mengumumkan pada April bahwa pihaknya sedang menguji fitur “perlindungan ketelanjangan” yang didukung kecerdasan buatan atau AI yang dipasang pada fitur pesan langsung atau direct message di Instagram untuk melindungi remaja.

Dua pria ditangkap di Nigeria pada bulan yang sama karena mencoba memeras seorang remaja Australia dengan mengancam akan menyebarkan “foto pribadi anak tersebut” jika dia tidak membayar mereka sebesar 500 dolar Australia atau setara dengan 5,3 juta rupiah

Polisi Australia mengatakan anak laki-laki itu bunuh diri setelah diancam oleh para tersangka dalam kasus dugaan penipuan “pemerasan seks”.

Meta mengatakan pihaknya juga bekerja sama dengan lembaga penegak hukum dalam penyelidikan dan penuntutan atas dugaan kejahatan tersebut. [Red]#VOA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *