Menang di Pemilu Ulang, Ishiba Siap Hadapi Gejolak Politik Jepang

  • Whatsapp
Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba menunggu setelah pemungutan suara pertama untuk perdana menteri baru pada sidang parlemen khusus majelis rendah di Tokyo, 11 November 2024.

Dua belas komite di bidang-bidang utama, termasuk anggaran, reformasi politik, keamanan nasional dan urusan hukum, akan dipimpin oleh Partai Demokrat Konstitusional Jepang yang dipimpin Noda dan dua kelompok oposisi utama lainnya.

Yang pasti, untuk saat ini era pemerintahan LDP yang sepihak telah berakhir, dan pihak oposisi berpeluang mencapai kebijakan yang telah lama ditentang oleh kelompok konservatif yang berkuasa, termasuk mengenai isu-isu seperti kesetaraan dan keberagaman gender.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Reaksi Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba setelah terpilih kembali sebagai perdana menteri, di Majelis Rendah Parlemen di Tokyo, Jepang, 11 November 2024. (Kim Kyung-Hoon/REUTERS)
Reaksi Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba setelah terpilih kembali sebagai perdana menteri, di Majelis Rendah Parlemen di Tokyo, Jepang, 11 November 2024. (Kim Kyung-Hoon/REUTERS)

Noda Jumat lalu (8/11) mengatakan sebuah komite hukum yang sekarang dipimpin oleh Ketua Kesetaraan Gender Partai Demokrat Konstitusional Chinami Nishimura, bertekad mencapai revisi hukum perdata yang memungkinkan pasangan menikah memilih untuk tetap menggunakan nama keluarga yang terpisah.

Perubahan tersebut telah terhenti oleh kelompok konservatif LDP selama 30 tahun meskipun ada dukungan luas dari masyarakat dan panel PBB mengenai diskriminasi terhadap perempuan.

Siapa Pemimpin Oposisi Jepang Saat Ini?

Yuichiro Tamaki adalah Ketua Partai Demokrat untuk Rakyat yang konservatif, memperoleh kursi empat kali lipat lebih banyak dalam pemilu kali ini menjadi 28 kursi. Pemungutan suara tersebut mengangkat partainya dari kelompok pinggiran menjadi pemain utama. Dia sekarang berperan sebagai kunci potensial untuk kelangsungan hidup Ishiba.

Tamaki, mantan birokrat Kementerian Keuangan lulusan Universitas Harvard, telah meraih kesuksesan dengan mendorong peningkatan tunjangan pendapatan dasar bebas pajak dan peningkatan upah yang dibawa pulang. Pesan-pesannya di media sosial telah menarik pemilih muda, yang telah lama diabaikan oleh kebijakan LDP yang melayani warga lanjut usia yang konservatif.

Ketua Partai Oposisi Demokratik Jepang (DPP) Yuichiro Tamaki (tengah kanan) bersiap memberikan suara untuk pemilihan ketua DPR di majelis rendah saat menghadiri sidang khusus parlemen di Tokyo, 11 November 2024. (Yuichi YAMAZAKI/AFP)
Ketua Partai Oposisi Demokratik Jepang (DPP) Yuichiro Tamaki (tengah kanan) bersiap memberikan suara untuk pemilihan ketua DPR di majelis rendah saat menghadiri sidang khusus parlemen di Tokyo, 11 November 2024. (Yuichi YAMAZAKI/AFP)

Ishiba tampaknya menganggap DPP Tamaki yang beranggotakan 28 orang merupakan mitra yang menarik untuk mendapatkan mayoritas. Kedua pihak, yang memiliki kesamaan dalam beberapa bidang – termasuk dukungan untuk penggunaan energi nuklir yang lebih besar dan militer yang lebih kuat – telah memulai pembicaraan kebijakan.

Ishiba bertemu dengan Tamaki dan Noda pada hari Senin (11/11) tetapi Tamaki mungkin berhati-hati untuk mendekati LDP yang dilanda skandal menjelang pemilu berikutnya tahun depan. Sementara Noda sedang berjuang untuk membentuk oposisi terpadu guna memaksakan perubahan pemerintahan, yang menurutnya merupakan tujuan berikutnya.

Apa Dampak Bagi Pemerintahan Ishiba?

Bagi Ishiba, kondisi parlemen di mana tidak ada partai politik yang memiliki cukup kursi untuk mendapatkan mayoritas secara keseluruhan atau disebut sebagai “hung parliament,” mengharuskannya untuk memenangkan kekuatan oposisi sehingga dapat mendorong kebijakannya. Meskipun dianggap tidak stabil, hal ini mungkin juga memberikan peluang bagi proses pembuatan kebijakan yang lebih berbasis konsensus, kata para pakar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *