-
Puskesmas Kecamatan Glagah (Khoiriyah A): Memberikan edukasi komprehensif mengenai kesehatan remaja, Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta perintisan Madrasah Sehat, Aman, dan Nyaman.
-
KUA Kecamatan Glagah (Asmawati, S.Pd): Memandu program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) sekaligus menanamkan nilai-nilai penting moderasi beragama sejak dini.
-
Organisasi Fatayat & Tokoh Masyarakat: Menghadirkan sesi motivasi, pembinaan karakter kemuslimahan untuk remaja putri, serta pentingnya kepedulian sosial.
-
Tim Pendidik Internal MTsN 2 Lamongan: Membimbing pemahaman mendalam terkait profil kemadrasahan, tata krama, Kurikulum Berbasis Cinta, hingga aksi nyata pelestarian lingkungan melalui program ASRI dan Ekotedugi (menanam tanaman berkelanjutan).
Perbedaan mencolok pada pelaksanaan Matamuda tahun ini terletak pada komitmen nyata pihak madrasah dalam mengikis habis budaya perundungan. Konsep Madrasah Ramah Anak (MRA) dijadikan sebagai fondasi utama seluruh rangkaian kegiatan.
Ketua Panitia Pelaksana, Maktuf, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa MTsN 2 Lamongan berkomitmen penuh menciptakan ruang belajar yang bebas dari segala bentuk intimidasi.
“Fokus utama yang menjadi ruh kegiatan kali ini adalah penanaman Visi Madrasah secara utuh. Kami ingin mewujudkan lingkungan Madrasah Ramah Anak (MRA)—sebuah ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, menyenangkan, serta bersih dari tindakan kekerasan dan perundungan (bullying),” jelas Maktuf di sela-sela pemantauan kegiatan di Aula Madrasah.
Langkah konkret antipespar itu dibuktikan pada hari Rabu, di mana para siswa baru diajak berkolaborasi dengan pengurus OSIM dan MPK untuk membuat poster serta komik kampanye anti-perundungan. Selain itu, kedisiplinan siswa juga diasah secara humanis lewat Latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) Kilat.
Rangkaian Matamuda 2026 ini dijadwalkan ditutup pada Jumat (17/7/2026) melalui gelaran Pentas Ekspresi Murid Baru. Acara puncak tersebut disiapkan khusus sebagai panggung bagi siswa baru untuk menyalurkan bakat, minat, dan potensi kreatif mereka sejak hari pertama sekolah.
Melalui persiapan matang dan sinergi yang kokoh, transisi ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berkarakter dan berakhlakul karimah. [Bed]








