Masyarakat Tengger Gelar Upacara Ritual Minta Hujan

  • Whatsapp
Umat ​​Hindu Tengger mengikuti "Mendhak Tirta", ritual penyucian untuk mengambil air suci dari gua Widodaren, menjelang festival Yadnya Kasada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Pasuruan, Jawa Timur, 19 Juni 2024. (REUTERS/Willy Kurniawan)

Tahun ini, para ahli meteorologi memperkirakan akan lebih banyak hujan, namun banyak petani yang masih kesulitan.

Para petani di Gunung Bromo bergantung pada air hujan dan danau tadah hujan untuk irigasi, namun cuaca yang lebih kering telah memaksa petani seperti Irawan Karyoto, 56, untuk menanam bawang merah yang kurang menguntungkan dibandingkan dengan kentang di lahan seluas dua hektare.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Seorang pria menyaksikan asap membubung dari Gunung Batok, di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Probolinggo, Jawa Timur, 22 Juni 2024. (REUTERS/Willy Kurniawan)
Seorang pria menyaksikan asap membubung dari Gunung Batok, di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Probolinggo, Jawa Timur, 22 Juni 2024. (REUTERS/Willy Kurniawan)

Baik Asih maupun Irawan merupakan bagian dari masyarakat Tengger yang melakukan prosesi sembahyang di pura di kaki gunung berapi tersebut. Asih juga membawa cucunya yang berusia lima tahun.

Suyitno, salah satu pemuka spiritual masyarakat Tengger, mengatakan, “Kita tidak boleh lupa berdoa dan mensyukuri apa yang diberikan Yang Maha Kuasa kepada kita melalui nenek moyang yang tinggal di kawah Gunung Bromo.” [Red]#VOA