PROBOLINGGO | DN – Ritual syukuran kuno Kasada telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Tengger di Indonesia selama berabad-abad. Karena cuaca yang semakin tidak menentu, ritual yang pada intinya mencari berkah ilahi ini menjadi semakin penting bagi komunitas petani Hindu di sana.
Suku Tengger tinggal di sejumlah desa di sebuah taman nasional di Gunung Bromo, salah satu dari beberapa gunung berapi aktif di Indonesia yang populer di kalangan wisatawan. Taman ini terletak di dekat kota Probolinggo, Jawa Timur, sekitar 800 kilometer dari selatan Jakarta.
Masyarakat di sana telah menyelengarakan Kasada sejak masa Kerajaan Majapahit pada abad ke-13 untuk mengungkapkan pengabdian dan rasa terima kasih mereka kepada leluhur dan dewa-dewa.
Dalam acara itu, sambil membawa barang-barang yang meliputi sayuran, buah-buahan serta kambing dan ternak lainnya, ribuan masyarakat Tengger melakukan perjalanan ke puncak Gunung Bromo, dan mengakhiri ritual mereka dengan melemparkan sesaji tersebut ke kawah gunung berapi setinggi 2.329 meter itu.
Tahun ini, upacara tersebut berlangsung pada tanggal 21-22 Juni dan banyak pesertanya berharap ritual ini dapat membantu meningkatkan penghidupan mereka.








