Pembeda karakter dengan rezim Jokowi
Pengamat politik Universitas Andalas, Asrinaldi menilai intensnya relasi Prabowo dan SBY belakangan ini sebagai upaya Prabowo perlahan membuat diferensiasi dengan rezim Jokowi.
Ia menilai Prabowo tak ingin di masa pemerintahannya mendatang ‘mewarisi’ citra buruk rezim Jokowi. Sehingga ia menggandeng SBY untuk menetralisir hal tersebut.
“Apalagi di akhir masa jabatan Jokowi kan sering dianggap ‘perusak demokrasi’, ‘bangun dinasti’, ‘etika tak ditegakkan’. Nah, untuk imbangi bahwa dia sebenarnya kritis terhadap itu, Prabowo cari karakter SBY yang dianggap egalitarian. Sehingga menyelamatkan juga wajah pemerintahan Prabowo,” kata Asrinaldi.
Asrinaldi menilai upaya itu sedang dilakukan lantaran Prabowo kini lekat dengan rezim Jokowi. Terlebih, Prabowo merupakan menteri di kabinet Jokowi.
Baginya, upaya ini penting dilakukan untuk menyelamatkan legitimasi pemerintahan Prabowo nantinya di hadapan masyarakat.
“Jadi Pak Prabowo berfikir, nanti kalau terlalu didekati tentu berdampak dia jadi karakter rezim sebelumnya. Kalau dia jadi bagian itu harus ada ciri pembedanya. Nah ciri pembedanya dari Pak SBY,” kata dia. [AH/Red]







