Badan tersebut mengatakan pihak berwenang telah mendeteksi dua kapal lainnya pada Jumat malam di lepas pantai Langkawi. Badan itu menambahkan bahwa orang-orang di dua kapal tersebut, yang juga diyakini sebagai warga Rohingya, dilaporkan mengalami kelelahan dan kekurangan persediaan makanan serta air.
Kepala Badan Penegakan Maritim Mohamad Rosli Abdullah mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa bantuan telah diberikan kepada kedua kapal tersebut, termasuk persediaan makanan dan air minum. Kemudian, mereka dikawal ke luar negeri untuk melanjutkan perjalanan. Tidak disebutkan ke mana tujuan perahu-perahu itu, dan tidak ada informasi lebih lanjut yang diberikan.
Tidak ada perincian mengenai dari mana mereka berasal. Namun, banyak orang Rohingya yang tinggal di kamp pengungsi di Bangladesh telah dibujuk oleh para penyelundup manusia untuk pergi mencari kehidupan yang lebih baik di tempat lain.
Bangladesh menampung lebih dari 1 juta pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan etnis dan agama di Myanmar. Malaysia adalah tujuan populer, karena populasi Muslim Melayu yang dominan.








