“Tentara Israel harus menjelaskan sepenuhnya bagaimana kepanikan massal dan penembakan bisa terjadi,” kata Baerbock pada Jumat dalam cuitan di X.
Dia juga menyerukan gencatan senjata sehingga nyawa warga sipil tidak hilang, sandera yang ditahan oleh Hamas dapat dibebaskan, dan bantuan dapat disalurkan dengan aman.
Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan dia “sangat resah dengan gambar-gambar dari Gaza,” dan mengatakan dalam sebuah kiriman teks di X bahwa segala upaya harus dilakukan untuk menyelidiki apa yang terjadi.
Turki, Arab Saudi, Mesir, dan Yordania mengutuk pasukan Israel karena menembaki warga Palestina yang menunggu pengiriman bantuan.
Kementerian Luar Negeri Turki menuduh Israel menggunakan “kelaparan sebagai senjata perang di Gaza” dan mengatakan bahwa insiden pada Kamis adalah “satu lagi kejahatan terhadap kemanusiaan.”
“Oleh karena itu kami menyerukan kepada semua pihak yang mempunyai pengaruh terhadap pemerintah Israel untuk menghentikan kekerasan yang sedang berlangsung di Gaza,” kata pernyataan itu.
Pemerintah Brazil mengatakan pada Jumat (1/3) bahwa gencatan senjata adalah hal yang mendesak serta bantuan dalam jumlah yang cukup untuk warga Gaza dan pembebasan semua sandera. “Kemanusiaan telah mengecewakan warga sipil di Gaza dan inilah saatnya menghindari pembantaian baru,” kata pernyataan itu.
Biden menyatakan keprihatinannya, Kamis, bahwa insiden konvoi yang mematikan itu dapat mengganggu negosiasi yang sedang berlangsung untuk membebaskan sisa sandera yang ditahan oleh Hamas dan mencapai gencatan senjata selama 6 minggu.
Kekerasan terbaru ini menambah jumlah korban tewas warga Palestina dalam perang yang berlangsung hampir lima bulan itu menjadi lebih dari 30.000 orang, dengan 71.000 lainnya terluka dan banyak lagi yang hilang di bawah reruntuhan, menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas.








