Al Shifa dilaporkan telah merawat lebih dari 700 orang yang terluka dalam insiden konvoi mematikan pada Kamis. Dujarric mengatakan sekitar 200 dari mereka masih dirawat di rumah sakit.
“Pada saat tim melakukan kunjungan, staf rumah sakit memberi tahu mereka bahwa mereka telah menerima lebih dari 70 jenazah yang terbunuh,” kata Dujarric.
Ketika ditanya apakah mereka mengalami luka tembak, Dujarric mengatakan dia tidak yakin tim tersebut memeriksa mayat-mayat tersebut. Namun, dari pasien-pasien terluka yang mereka lihat sedang dirawat, “ada sejumlah besar luka tembak.”
Seruan Penyelidikan Makin Kencang
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengutuk penembakan tersebut. Macron mengatakan warga sipil harus dilindungi, dan menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera.
“Harus ada penyelidikan dan pertanggungjawaban yang mendesak,” kata Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron dalam sebuah pernyataan. “Ini tidak boleh terjadi lagi.”
Dia mengatakan Israel mempunyai kewajiban untuk memastikan “lebih banyak bantuan kemanusiaan” menjangkau warga Gaza, dan meminta pemerintah untuk membuka lebih banyak penyeberangan ke Gaza dan menghilangkan hambatan birokrasi.
Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock terkejut dengan laporan tersebut.









