Sehari sebelumnya puluhan guru besar dan akademisi di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta juga menyampaikan seruan serupa. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Gadjah Mada (UGM) Arie Sujito menyoroti penegakan etika dan demokrasi; dan kesiapan kelompok masyarakat sipil untuk bersama-sama membenahi keadaan yang dinilai menjauh dari cita-cita reformasi 1998.
Suara Kampus dan Masyarakat Madani
Sejak awal Februari lalu sejumlah kampus terus menyampaikan seruan keprihatinan terhadap jalannya konstestasi Pemilu 2024, sikap Presiden Jokowi Widodo dan penyelenggara pemilu yang diduga meninggalkan jalan demokrasi dan masuk dalam konflik kepentingan.
Masyarakat Antropologi Indonesia, Koalisi Perempuan Penyelamat Demokrasi dan HAM, serta Universitas Trisakti adalah tiga entitas terbaru yang menyampaikan keprihatinan dengan carut marut kondisi demokrasi, khususnya pelaksanaan Pemilu 2024 itu.
Koodinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana mengatakan dalam negara demokratis, kebebasan untuk menyampaikan pendapat, seruan, petisi maupun kritik harus dihormati. Menurutnya perbedaan pendapat, perspektif maupun pilihan politik adalah sesuatu yang sangat wajar dalam demokrasi. [Red]#VOA







