“Alhamdulillah, ini menandakan bahwa daya tarik wisata kita semakin dikenal dan dipercaya secara global. Momentum ini harus terus kita jaga,” ujar Khofifah dalam siaran persnya pada Jumat (13/6/2025).
Negara Penyumbang Wisatawan Terbesar
Mayoritas wisatawan asing yang datang melalui Bandara Juanda berasal dari Tiongkok, Malaysia, Singapura, dan Australia. Pada April 2025, wisatawan asal Tiongkok mendominasi dengan 8.471 kunjungan, berkontribusi 34,16 persen dari total wisman.
“Malaysia menyusul dengan 5.267 kunjungan, kemudian Singapura sebanyak 1.754 kunjungan. Peningkatan terbesar datang dari Thailand yang naik 403,82 persen, dari 131 kunjungan di Maret menjadi 660 kunjungan pada April,” jelas Khofifah.
Strategi Penguatan Sektor Pariwisata
Pemprov Jawa Timur terus menggencarkan berbagai strategi untuk meningkatkan daya tarik wisata, di antaranya:
- Pengembangan destinasi unggulan seperti Bromo-Tengger-Semeru, Kawah Ijen, Pantai Selatan, dan wisata budaya di Madura.
- Peningkatan konektivitas penerbangan dengan membuka lebih banyak rute direct flight ke Surabaya dari berbagai kota di Asia dan Timur Tengah.
- Digitalisasi layanan wisata melalui Sistem Informasi Daya Tarik Wisata (SIDITA) dan Majapahit Digital (Majadigi) untuk mempermudah reservasi dan promosi wisata.
- Peningkatan standar CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability) guna menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan.
“Kami terus menjajaki kerja sama dengan berbagai maskapai agar semakin banyak penerbangan langsung ke Surabaya. Kemudahan akses akan meningkatkan jumlah kunjungan,” tegas Khofifah.
Pariwisata Sebagai Penggerak Ekonomi
Khofifah menekankan bahwa pariwisata bukan sekadar jumlah kunjungan, tetapi harus berdampak langsung pada ekonomi masyarakat, UMKM, dan pelestarian budaya.








