Kritik Operasi Gaza dan Lebanon, Macron Imbau Embargo Senjata ke Israel

  • Whatsapp
Presiden Prancis Emmanuel Macron menunggu untuk menyambut Presiden Laos dalam pertemuan di Istana Elysee, sebagai bagian dari KTT Francophonie ke-19, di Paris, pada 4 Oktober 2024. (Foto: AFP)

Dalam wawancaranya, Macron juga mengatakan bahwa menghindari eskalasi di Lebanon adalah sebuah “prioritas.”

“Lebanon tidak bisa menjadi Gaza baru,” tambahnya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Ia kembali membahas isu tersebut pada Sabtu (5/10) dalam pidatonya di konferensi negara-negara berbahasa Prancis di Paris.

Macron menyampaikan penyesalannya atas keputusan Perdana Menteri Netanyahu yang memilih jalan berbeda, terutama terkait operasi darat di Lebanon, di tengah seruan gencatan senjata dari Paris dan Washington.

Sebanyak 88 anggota organisasi negara berbahasa Prancis, Organisasi Internasional La Francophonie (OIF), termasuk Prancis dan Kanada, telah menyerukan gencatan senjata “segera dan abadi” di Lebanon, tambahnya.

Macron menegaskan kembali hak Israel untuk membela diri. Ia juga mengumumkan bahwa pada Senin, ia akan bertemu dengan kerabat warga Prancis-Israel yang disandera di Gaza.

Israel memperingati ulang tahun pertama serangan Hamas pada 7 Oktober, yang memicu perang di Gaza dan kini meluas ke negara tetangga Lebanon, dan memicu krisis regional yang berbahaya.

Serangan itu mengakibatkan tewasnya 1.205 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP yang didasarkan pada angka resmi Israel yang mencakup sandera yang tewas dalam penahanan.

Serangan balasan Israel terhadap Gaza hingga saat ini telah menewaskan sedikitnya 41.825 orang, sebagian besar di antaranya adalah warga sipil, menurut kementerian kesehatan di wilayah Palestina yang dikuasai Hamas. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa angka-angka tersebut dapat dipercaya. [Red]#VOA