Risma, salah satu pelajar yang berpartisipasi, mengungkapkan kegembiraannya dalam mengikuti lomba ini.
“Saya baru pertama kali menggunakan ampas kopi, biasanya pakai cat. Ini pengalaman baru yang sangat menyenangkan dan menantang,” ujar Risma.
Kreativitas dan antusiasme para pelajar dalam menggunakan bahan alternatif ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru serta mendorong mereka untuk terus berkreasi.
Kapolsek menjelaskan, tujuan diadakannya lomba ini untuk mengajak para pelajar berkarya, tidak hanya banyak gaya, melainkan perbanyak action.
“Lomba ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas tetapi juga sebagai upaya preventif dalam mengatasi kenakalan remaja, yang notabene berasal dari para pelajar,” tuturnya.








