Korban Ledakan Tungku Smelter Morowali Bertambah, Pemerintah Didesak Bentuk Tim Pencari Fakta
Secara terpisah, Kepala Advokasi dan Kampanye WALHI Sulawesi Tengah, Aulia Hakim, mengatakan kecelakaan kerja yang menewaskan pekerja di pabrik semelter nikel di Morowali merupakan peristiwa yang telah beberapa kali terjadi. Pada 27 April 2023 dua pekerja dumping milik PT Indonesia Guang Ching Nickel and Stainless Industry yang juga berada dalam kawasan PT IMIP mengalami kecelakaan kerja sehingga merenggut nyawa dua pekerja.
Sedangkan di Kabupaten Morowali Utara, ledakan tungku smelter di kawasan Industry nikel PT Gunbuster Nickel Industry pada 22 Desember 2022 menyebabkan tewasnya dua pekerja. Dalam catatan WALHI Sulteng, selama periode 2022-2023 tidak pernah satupun perusaan yang diberikan sanksi tegas oleh pemerintah atas kecelakaan kerja yang merenggut nyawa pekerja itu.
“Artinya dari beberapa rentetan kejadian kecelakaan kerja ini, mereka (pemerintah-red) tidak pernah memberikan sanksi dan itu tidak transparan begitu, penyelesaiannya pun tidak diberikan transparan ke publik, artinya kita punya keraguan juga bahwa negara atau pemerintah tidak mampu, memiliki kapasitas mengintervensi jalannya roda bisnis di dalam,” papar Aulia Hakim.
Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Septian Hario Seto, menyatakan pihaknya telah meminta PT IMIP untuk mengutamakan penanganan korban dan keluarga mereka. Selain itu juga dilakukan koordinasi intensif dengan IMIP dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat untuk memastikan bahwa respon dilaksanakan cepat dan efektif.
“Pihak Kawasan telah membentuk tim khusus yang bertanggung jawab atas penanganan pasca kecelakaan, termasuk dukungan emosional bagi keluarga korban dan analisis menyeluruh atas penyebab kecelakaan. Langkah ini untuk memastikan bahwa semua aspek kecelakaan ini ditangani dengan serius dan profesional,” terang Septian Hario Seto.
Kemenko Marves juga meminta dilakukannya penyelidikan menyeluruh untuk mengetahui penyebab kecelakaan ini dan meminta pihak kawasan berkomitmen untuk transparansi dan akan membagikan informasi segera setelah tersedia.
“Untuk memastikan bahwa semua aspek penanganan kecelakaan ini berjalan sesuai rencana, tim dari Kemenko Marves akan segera berangkat untuk memeriksa kondisi di lapangan,” jelas Septian Hario Seto. [Red#VOA








