Organisasi sipil, mendesak pemerintah untuk membentuk tim pencari fakta independen untuk mengungkap kasus kecelakaan kerja tersebut seiring dengan meningkatkan jumlah korban.
(MDN) – Jumlah korban tewas dalam peristiwa kecelakaan kerja di pabrik smelter PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) bertambah menjadi 13 orang, terdiri atas sembilan pekerja Indonesia dan empat pekerja asal China. Sementara korban luka-luka mencapai 46 orang.
Kepala Divisi Media Relations PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Dedy Kurniawan, mengatakan korban luka pada umumnya disebabkan karena terkena uap panas. Sejumlah 29 korban luka dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Morowali, 12 orang sedang dilakukan observasi, dan lima orang rawat jalan,
“Manajemen PT IMIP telah menanggung seluruh biaya perawatan dan perawatan korban pascakecelakaan, serta santunan bagi keluarga korban. Kami juga telah menyerahkan satu jenazah korban kepada keluarga korban,” kata Dedy Kurniawan dalam siaran Pers yang diterima VOA, Minggu (24/12) menyatakan hingga pukul 16.15 WITA.







