
Korban Ledakan Tungku Smelter Morowali Bertambah, Pemerintah Didesak Bentuk Tim Pencari Fakta

ITSS merupakan salah satu perusahaan swasta asal China yang beroperasi di kawasan IMIP, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Lebih lanjut Dedy menjelaskan kronologis insiden tersebut. Ia mengatakan tungku smelter nomor 41 yang terbakar awalnya masih ditutup untuk operasi pemeliharaan. Saat tungku tersebut sedang tidak beroperasi dan dalam proses perbaikan, terdapat sisa slag atau ampas yang menyerupai batu kaca dalam tungku yang keluar. Slag tersebut bersentuhan dengan barang-barang yang mudah terbakar di lokasi. Akibatnya, dinding tungku lalu runtuh dan sisa slag mengalir keluar sehingga menyebabkan kebakaran.
“Akibatnya, pekerja yang berada di lokasi mengalami luka-luka hingga korban jiwa. Hasil identifikasi penyebab kecelakaan ini sekaligus menegaskan bahwa tidak ada tabung oksigen yang meledak seperti diinformasikan sebelumnya,” jelas Dedy.
Bentuk Tim Independen
Katsaing dari Partai Buruh dan Serikat Pekerja Indonesia Sejahtera di Morowali mendesak agar pemerintah segera membentuk tim pencari fakta yang independen untuk mengungkap secara utuh penyebab terjadinya kecelakaan kerja tersebut.
“Terjadinya insiden hari ini betul-betul bisa dibuka, terbuka bukan mendapat informasi sepihak dari pengusaha,” kata Katsaing dihubungi VOA.
Pemerintah, menurut Katsaing, sudah harus mengambil tindakan-tindakan untuk memastikan pengusaha dan perusahaan untuk menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Selama ini, penerapan K3 belum berjalan sesuai aturan karena masih ditemukannya pelaksana pengawas K3 yang ditunjuk oleh perusahaan belum memiliki sertifikasi K3 serta minim pelatihan.








