Koalisi Masyarakat Sipil Desak KPK Selidiki Dugaan Skandal Pembelian Pesawat Tempur Bekas

  • Whatsapp
Pesawat tempur Mirage 2000-5 Angkatan Udara Prancis (foto: ilustrasi). Indonesia menunda pembelian 12 pesawat bekas Mirage 2000-5 dari Qatar.

Hussein Ahmad mengatakan pemilik E-System Solutions adalah Habib Boukharouba, yang merupakan kawan dekat Prabowo Subianto. Setelah ditelusuri, Habib sudah bolak-balik ke Indonesia antara bulan November 2023 hingga Januari 2024. Sementara Excalibur International juga pernah terlibat dalam pembelian Medium Range Air Defense System (MRAD) senilai 500 juta euro.

“Memang ada dugaan bau busuk di Kementerian Pertahanan yang mesti dibongkar KPK. Karena tidak hanya berdampak pada pemerintahan saat ini, tapi juga karena dia (Prabowo) maju dalam kontestasi pemilu,” ujar Husein.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Rosan: Tak Pernah Ada Permintaan Uang Atas Pembelian Mirage

Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani mengaku telah mengecek langsung informasi yang menyatakan calon presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah uang atas pembelian pesawat Mirage 2000-5. “Saya cek langsung, baik yang di Washington DC maupun di Kedutaan Besar Amerika di Indonesia, tidak pernah ada permintaan itu sama sekali,” ujar Rosan.

Ketua TKN Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani
Ketua TKN Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani

“Pertama, saya telepon Ambassador Sung Kim, Duta Besar Amerika untuk Indonesia yang baru saja kembali ke DC, dan dia menyatakan setelah dia cek ke anak buahnya, tidak ada yang masuk ke Indonesia. Itu yang pertama,” papar Rosan.

Mantan Duta Besar Indonesia Untuk Amerika itu mengaku dia juga menghubungi Asisten Menteri Luar Negeri Untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik, Daniel Kritenbrink. “Yang ketiga, saya juga meminta bantuan embassy kita di Amerika dan mengontak yang namanya Keith Devereaux. Itu yang bertanggung jawab di Indonesian Desk, di Department of State. Dan ia me-reply, setelah dilakukan pengecekan, seperti yang disampaikan tidak pernah ada. Jadi tiga orang yang kami hubungi untuk memastikan hal ini,” tegas Rosan.

Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, tegasnya, berencana akan melakukan langkah hukum untuk mengusut pihak-pihak yang sengaja menyebarluaskan berita ini. [Red]#VOA