“Efisiensi bukan sekadar pemotongan anggaran, tapi memastikan setiap pengeluaran memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Di sisi lain, Khairul menyoroti kebijakan Work From Home (WFH) yang kembali didorong pemerintah pusat. Ia menilai, penerapan WFH di Tarakan belum tentu efektif dan justru berpotensi menambah penggunaan BBM pribadi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN).








