Kepala UNAIDS: Penularan HIV Bisa Melonjak 6 Kali Lipat Jika Dukungan Amerika Serikat Dihentikan

  • Whatsapp
FILE - Kantor pusat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa, Swiss.(Jamey Keaten/AP)

Di salah satu daerah di Kenya, ia mengatakan 550 pekerja dengan HIV segera diberhentikan, sementara ribuan pekerja lainnya di Ethiopia diberhentikan, sehingga para pejabat kesehatan tidak dapat melacak penyebaran penyakit tersebut.

Teknisi laboratorium Xolile Mhlanga bekerja dengan botol-botol lenacapavir di Situs Penelitian Masiphumelele milik Desmond Tutu Health Foundation, di Cape Town, Afrika Selatan, Selasa, 23 Juli 2024. (Nardus Engelbrecht/AP)
Teknisi laboratorium Xolile Mhlanga bekerja dengan botol-botol lenacapavir di Situs Penelitian Masiphumelele milik Desmond Tutu Health Foundation, di Cape Town, Afrika Selatan, Selasa, 23 Juli 2024. (Nardus Engelbrecht/AP)

Ia mencatat bahwa hilangnya dana Amerika Serikat untuk program-program HIV di beberapa negara merupakan bencana besar, mengingat pendanaan eksternal mencapai sekitar 90 persen dari program-program mereka.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Byanyima mengatakan, hampir $400 juta dana yang diperoleh UNAIDS disalurkan ke negara-negara seperti Uganda, Mozambik dan Tanzania.

Keputusan pemerintahan Trump terkait PEPFAR juga mengundang reaksi keras di Washington DC. Kamis pekan lalu, ratusan orang menggelar aksi protes di dekat Gedung Departemen Luar negeri AS, mempertanyakan penghentian program yang saat ini diyakini melayani sekitar 20 juta orang di berbagai penjuru dunia terkait pengobatan dan pencegahan HIV/AIDS. Aksi itu sendiri diorganisir Housing Works, organisasi nirlaba yang bergerak memerangi AIDS dan tunawisma di Amerika Serikat.

Matthew Kavanagh, dosen kesehatan global di Georgetown University, hadir dalam aksi protes itu. Ia mengatakan kepada Reuters, “Apa yang dilakukan pemerintah benar-benar ilegal. Sebenarnya Kongreslah yang mengesahkan undang-undang pembentukan PEPFAR. Merekalah yang membentuk Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID). Sebenarnya bukan wewenang Menteri (Luar Negeri Marco) Rubio. Bukan wewenang presiden. Dan tentu saja bukan wewenang Elon Musk untuk memutuskan menghapusnya. Itu jelas merupakan pelanggaran terhadap Pasal Satu Konstitusi yang sebenarnya mengatakan, itu terserah pada Kongres.”

Byanyima juga mengatakan hilangnya dukungan Amerika dalam upaya memerangi HIV terjadi pada saat kritis lainnya. Saat ini, katanya, ada obat antivirus yang banyak disebut pakar kesehatan sebagai “alat pencegahan ajaib”. Dinamakan lenacapavir, obat tersebut bila disuntikkan ke tubuh manusia dua kali setahun terbukti memberikan perlindungan menyeluruh terhadap HIV pada perempuan, dan memberikan hasil yang hampir sama baiknya pada laki-laki.

Ibu-ibu remaja di Rumah Sakit Pemerintah Marondera berbicara dengan pejabat Amerika Serikat tentang HIV dan AIDS, 10 Desember 2024 ((Columbus Mavhunga/VOA))
Ibu-ibu remaja di Rumah Sakit Pemerintah Marondera berbicara dengan pejabat Amerika Serikat tentang HIV dan AIDS, 10 Desember 2024 ((Columbus Mavhunga/VOA))

Penggunaan suntikan ini secara luas, selain intervensi lain untuk menghentikan HIV, dapat membantu mengakhiri penyakit ini sebagai masalah kesehatan masyarakat dalam lima tahun ke depan, kata Byanyima.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *