Kementan Optimis Bisa Berhasil Cetak Sawah 500 Ribu Hektare di Merauke
Bupati Merauke Romanus Mbaraka mengatakan wilayahnya merupakan penunjang bagi kebutuhan pangan di Papua.
Saat ini, pemerintah juga tengah menyiapkan pertanian organik sebagai solusi pertanian berkelanjutan yang lebih sehat. Selain itu, kata Romanus, pihaknya telah menyiapkan dukungan infrastruktur irigasi untuk target produksi yang lebih besar.
“Terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian atas dukungan dan arahan terhadap jalannya pembangunan pertanian di wilayah Merauke. Ke depan, kami siap menjadikan pertanian sebagai solusi masa depan yang berkelanjutan,” tutur Romanus.
Empat Pilar
Dwi Andreas Santosa, Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), memastikan program cetak sawah tersebut akan berakhir dengan kegagalan. Ia juga membantah klaim dari Mentan bahwa program cetak sawah sebelumnya yang dilakukan di provinsi yang sama telah berhasil.
Dwi merujuk pada Medco Group, korporasi multibisnis yang didirikan mendiang penguasa minyak dan gas bumi, Arifin Panigoro.
Menurutnya, program pengembangan lahan pangan dalam skala besar yang dilakukan oleh pemerintah dari waktu ke waktu selalu gagal. Penyebabnya, kata Dwi pemerintah selalu melanggar empat pilar yang seharusnya dipenuhi terlebih dahulu.
Pilar pertama adalah kesesuaian lahan dan agro climate (dampak iklim dan cuaca terhadap pertanian). Pilar kedua yaitu kelayakan infrastruktur yang menurutnya cukup berat untuk terpenuhi seperti infrastruktur air. Dalam pilar kedua ini, katanya, masih ada infrastruktur jalan usaha tani yang harus dikelola dengan baik.
Pilar ketiga adalah kelayakan budi daya dan teknologi. Lalu terakhir, pilar masalah sosial ekonomi pertanian yang menurutnya cukup kompleks karena berkaitan dengan masalah lahan, dan juga berkaitan dengan jumlah petani yang terus menurun.
“Jadi serin gkali, program pemerintah itu program bombastis tapi tidak ada hasilnya. Yakin saya itu juga akan gagal. Itu hanya sekedar jargon, wacana sangat bombastis, tapi tidak akan ada hasilnya. Bisa saja berhasil selama empat pilar itu bisa dipenuhi. Selama dari empat pilar tersebut satu saja tidak bisa dipenuhi, pasti gagal jawabannya,” jelasnya.
Kesejahteraan Petani
Agar ke depan produktivitas pangan bisa membaik dari waktu ke waktu Dwi menekankan kepada pemerintah untuk memperhatikan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Selama ini, pemerintah kata Dwi sama sekali tidak peduli dengan nasib petani sehingga banyak petani yang berhenti dari profesinya karena cenderung merugi.








