Sejumlah pengendara mengaku terjebak kemacetan selama berjam-jam tanpa informasi yang jelas dari petugas proyek. “Kami tidak tahu harus menunggu berapa lama. Tidak ada papan informasi atau petugas yang mengarahkan,” ujar salah satu pengemudi yang enggan disebut namanya.
Kondisi ini menimbulkan keresahan, terlebih bagi warga yang memiliki aktivitas harian seperti bekerja, berdagang, atau mengantar anak sekolah. Ketidakhadiran pengaturan lalu lintas yang terstruktur dinilai memperparah situasi.
Untuk mengurangi dampak kemacetan, masyarakat diimbau untuk sementara waktu menggunakan jalur alternatif selama proyek berlangsung. Beberapa jalur pengganti yang dapat digunakan antara lain melalui poros desa sekitar atau jalur sekunder yang menghubungkan wilayah Sugio dan Lamongan.








