“Langkah terbaru dari kubu Trump membuat pasar khawatir, dan ini berdampak negatif pada hubungan antara AS dan China,” kata analis independen Stephen Innes.
Para analis juga memperkirakan akan ada tarif tambahan pada impor dari Eropa, yang dapat melemahkan pasar saham utama di kawasan tersebut.
Dolar AS terus menguat dibandingkan dengan mata uang lainnya setelah berita kemenangan Trump, yang memicu spekulasi bahwa inflasi akan meningkat, dan ini dapat menyulitkan rencana bank sentral AS, Federal Reserve, untuk menurunkan suku bunga AS.
Laporan indeks harga konsumen AS terbaru yang akan dirilis Rabu (13/11) ini akan sangat dicermati para investor, karena mereka mencoba untuk mencari tahu rencana Federal Reserve terkait rapat kebijakan moneter pada Desember mendatang.
“Kita asumsikan pemerintahan Trump jadi mewujudkan proposal kebijakan-kebijakan utamanya. Namun, seberapa besar dan kapan kebijakan tersebut diterapkan masih tidak pasti,” kata Rodrigo Catril dari National Australia Bank.








