Meski Wall Street kembali mencapai rekor tertinggi pada Senin (11/11), yang didorong ekspektasi bahwa Trump akan menerapkan pemotongan pajak dan kebijakan lain yang ramah bisnis, aksi jual tetap terjadi.
Kebijakan tersebut dianggap dapat memicu inflasi, yang pada akhirnya akan membuat suku bunga tetap tinggi. Akibatnya, dolar kembali menguat pada Selasa.
Dukungan Trump terhadap mata uang kripto mendorong bitcoin tembus ke rekor tertingginya, yaitu mendekati $90.000 (setara Rp1,2 miliar) pada Selasa.
Sementara itu, presiden terpilih AS dari Partai Republik tersebut telah berjanji untuk mengenakan tarif tinggi pada barang-barang impor ke AS, termasuk tarif hingga 60 persen untuk barang-barang dari China.
Keputusan Trump dalam memilih sosok-sosok yang keras terhadap China untuk posisi-posisi penting di kabinetnya telah menambah kekhawatiran, bahwa beberapa tahun ke depan mungkin akan penuh dengan tantangan.








