Kapal Tenggelam di Korsel, Dua ABK Indonesia Belum Ditemukan

  • Whatsapp
Calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, di Palm Beach County Convention Center, Florida, pada 6 November 2024. (Foto: Reuters)

Dari kronologisnya, Kapal Geumseongsusan 135 tenggelam karena ada gelombang tinggi ketika sedang melakukan pemindahan ikan-ikan hasil tangkapan ke kapal lain di tengah laut.

Mohamad Abdi Suhufan, koordinator nasional DFW Indonesia. (Foto: DFW Indonesia)
Mohamad Abdi Suhufan, koordinator nasional DFW Indonesia. (Foto: DFW Indonesia)

Abdi menjelaskan sarana keselamatan kerja di atas kapal ikan itu biasanya pelampung, sarana komunikasi, perahu karet untuk evakuasi kalau ada keadaan darurat. Dia belum bisa memastikan apakah sarana standar tersebut tersedia di atas kapal yang tenggelam di perairan Jeju karena detail peristiwa belum diperoleh.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Dia menambahkan terkait apakah standar operasi prosedur dan standar keselamatan kerja sudah dipenuhi atau belum oleh kapal Geumseongsusan 135, pihaknya masih menunggu hasil evaluasi yang dilakukan oleh pihak berwenang di Korea Selatan terhadap Kapal itu.

Abdi meyakini seperti para awak kapal penangkap ikan di Jepang, ABK yang bekerja di kapal penangkap ikan Korea Selatan biasanya direkrut secara legal. Selain itu, katanya, mereka direkrut melalui proses seleksi yang cukup ketat oleh agen perekrut atau perusahaan kapal.

Menurutnya, biasanya calon awak kapal penangkap ikan di Jepang dan Korea Selatan harus memenuhi syarat antara lain memiliki pengalaman kerja di kapal penangkap ikan, mempunyai keterampilan teknis dalam mengoperasikan alat tangkap ikan, dan mengerti percakapan dalam bahasa Korea.

Dia mengatakan rata-rata ABK asal Indonesia yang bekerja kapal Korea Selatan berasal dari wilayah pantai utara Jawa. [Red]#VOA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *