Kapal Pengungsi Rohingya Terbalik di Perairan Aceh Barat, 6 Orang Berhasil Mendarat

  • Whatsapp
Pengungsi Rohingya berdiri di atas badan kapal mereka yang terbalik di perairan Aceh Barat, Kamis, 21 Maret 2024. (Foto: Reza Saifullah/AP Photo)

Pemerintah setempat juga diminta untuk menberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terjadi penolakan terhadap etnis Rohingya seperti di beberapa wilayah.

“Ini menjadi pekerjaan pemerintah pusat maupun daerah untuk bekerja sama memberikan pemahaman dan informasi yang komprehensif kepada publik terutama masyarakat Aceh Barat terkait pelanggaran hak asasi manusia etnis Rohingya itu,” ujarnya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Perlu Sanksi Serius terhadap Myanmar

Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Untuk Situasi Hak-hak Asasi Manusia (HAM) di Myanmar Thomas Andrews, pada Rabu (20/3) mengatakan harus ada langkah serius masyarakat internasional “untuk membantu mencegah pemerintahan terror junta mengambil langkah-langkah semacam itu.”

“Harus ada sanksi yang terkoordinir, fokus dan terarah terhadap pemerintah junta militer Myanmar. Sanksi yang nyata – misalnya dengan mengambil senjata mereka – akan menghentikan “ide legitimasi mereka,” kata Andrews.

Andrews menggarisbawahi “junta militer Myanmar akan melakukan apa saja dan segala cara untuk memproyeksikan atau menunjukkan legitimasi mereka. Mereka melakukan hal ini setiap kali ada masyarakat internasional yang memperlakukan mereka seolah-olah mereka adalah pemerintah yang sah. Harus dicatat bahwa mereka bukan pemerintah yang sah.”

Sekitar 740.000 warga etnis minoritas Muslim-Rohingya melarikan diri ke Myanmar pada Agustus 2017 ketika militer melancarkan serangan yang kejam terhadap mereka dengan alasan serangan itu merupakan pembalasan terhadap tewasnya beberapa tentara Myanmar. [Red]#VOA