“Job fair ini menjadi jembatan antara pencari kerja dan perusahaan. Selain dilakukan secara offline, kami juga mulai mengembangkan sistem digital agar masyarakat bisa mengakses lowongan kerja hanya melalui ponsel,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa tantangan saat ini tidak hanya pada sulitnya mencari pekerjaan, tetapi juga pada kesenjangan antara kualifikasi tenaga kerja dengan kebutuhan industri.
“Perusahaan sering menyampaikan bahwa mencari talenta yang sesuai kualifikasi juga tidak mudah. Ini menjadi tantangan bersama yang harus diselesaikan melalui pelatihan, pendidikan, dan kolaborasi,” lanjutnya.
Melalui kegiatan ini, Disnaker juga memastikan bahwa informasi lowongan kerja yang disampaikan akurat dan langsung berasal dari perusahaan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran terbuka secara bertahap.








