PEMALANG | DN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda daerah. Seorang siswa taman kanak-kanak (TK) asal Kabupaten Pemalang berhasil meraih penghargaan dalam ajang Olimpiade Nasional Omni Sains Indonesia II tahun 2026 yang digelar di Bandung.
Adalah Diajeng Kenes Aris Gayatri, peserta didik yang tergabung dalam bimbingan belajar Medlearn Pemalang, yang sukses meraih juara harapan II kategori Matematika pada kompetisi tingkat nasional tersebut.
Capaian ini menjadi bukti bahwa usia dini bukanlah penghalang untuk berprestasi. Dengan kemampuan logika dan pemahaman dasar matematika yang baik, Diajeng mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Ditemui usai perlombaan, Diajeng mengaku kompetisi tersebut berlangsung menantang namun menyenangkan. Soal-soal yang dihadapi, menurutnya, menguji ketelitian serta kemampuan berpikir logis yang telah ia pelajari selama ini.
Olimpiade Nasional Omni Sains Indonesia II sendiri merupakan ajang tahunan yang menjadi wadah bagi siswa-siswa berbakat dari seluruh penjuru Tanah Air. Selain mengasah kemampuan akademik, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan nilai sportivitas, keberanian berkompetisi, dan memperluas jejaring pertemanan sejak usia dini.
Keberhasilan Diajeng tak lepas dari peran keluarga dan lingkungan belajar yang mendukung. Sang ibu, Risti Werdiasih, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian putrinya.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Sejak mengikuti les privat di Medlearn Pemalang, perkembangan kemampuan anak kami terlihat cukup signifikan,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Sementara itu, Direktur sekaligus Kepala Bimbel Medlearn Pemalang, Bayu Samudro, membenarkan bahwa Diajeng merupakan salah satu siswa binaannya. Ia mengapresiasi kerja keras dan semangat belajar yang ditunjukkan sejak awal.
“Kami bangga atas capaian ananda Diajeng yang mampu berprestasi di tingkat nasional. Ini menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi sejak dini,” tuturnya.
Bayu menambahkan, pihaknya berkomitmen menciptakan suasana belajar yang nyaman dan efektif dengan metode pembelajaran yang disesuaikan usia anak. Menurutnya, pembinaan yang konsisten dan terarah menjadi kunci dalam menyiapkan siswa menghadapi kompetisi akademik.
Prestasi yang diraih Diajeng diharapkan dapat menginspirasi anak-anak lain, khususnya dari daerah, untuk berani bermimpi dan berkompetisi di level nasional. Dukungan orang tua, guru, serta lingkungan belajar yang tepat diyakini mampu melahirkan generasi berprestasi di masa depan. [SIS]








