Jumlah Masjid Meningkat di Amerika Serikat, Termasuk Milik Komunitas Indonesia

  • Whatsapp
Masjid IMAAM Center di Silver Spring, Maryland (Foto: VOA)

Hasil survei mengatakan bahwa jumlah masjid di Amerika Serikat terus meningkat. Namun, bagaimana persyaratan dan aturan membangun masjid? Simak cerita para diaspora Indonesia mengenai seluk-beluk membangun masjid di Amerika Serikat berikut ini.

Hasil jajak pendapat terkini yang dikeluarkan oleh Institute for Social Policy and Understanding, yaitu organisasi nirlaba yang banyak melakukan penelitian mengenai warga muslim Amerika mengatakan, jumlah masjid di Amerika saat ini mencapai lebih dari 2.700 buah. Jumlahnya pun mengalami peningkatan sebanyak 31 persen sejak tahun 2010.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Izin Zonasi Rumah Ibadah

Apa pun latar belakang agamanya, untuk membangun rumah ibadah termasuk masjid, diperlukan izin zonasi khusus dari pemerintah kota setempat, yang biasanya memiliki aturan yang berbeda di setiap negara bagian di Amerika Serikat. Izin zonasi adalah dokumen yang membolehkan adanya pembangunan gedung baru atau perubahan pada suatu bangunan yang sudah ada.

Organisasi Indonesian Muslim Association in America (IMAAM) yang berdiri sejak tahun 1993 mengelola masjid IMAAM Center yang berlokasi di Silver Spring, Maryland, tak jauh dari ibu kota Amerika Serikat, Washington, D.C.

Jemaah mengikuti salat Subuh dan ceramah di masjid IMAAM Center di Silver Spring, Maryland (Foto: VOA/Karlina Amkas)
Jemaah mengikuti salat Subuh dan ceramah di masjid IMAAM Center di Silver Spring, Maryland (Foto: VOA/Karlina Amkas)

Masjid yang diresmikan oleh mantan presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono ini beroperasi sejak tahun 2014 di sebuah bangunan yang dulunya sudah memiliki izin zonasi untuk rumah ibadah, namun lalu dijual.

“Jadi kami waktu mengakuisisi, membeli ini, dalam proses itu kami meng-hire badan hukum ya untuk melakukan studi ini. Nah, di studi itu mengatakan, hasilnya, di Amerika itu kalau kami mengatakan ini adalah sebagai rumah ibadah, mereka izinkan,” jelas Arif Mustofa, presiden Indonesian Muslim Association in America kepada VOA belum lama ini.

“Entah itu ibadahnya mereka menyembah ke sapi, menyembahnya ke matahari, ke api, as long as itu dikatakan ibadah, itu diizinkan,” tambahnya.

Arif menambahkan bahwa pengalihan izin zonasi rumah ibadah di Amerika Serikat adalah hal yang umum, mengingat perlunya waktu untuk mengubah fungsi zonasi dari suatu bangunan.

Presiden Imaam Center Arif Mustofa (foto: VOA/Karlina)
Presiden Imaam Center Arif Mustofa (foto: VOA/Karlina)

Saat ini IMAAM tengah berencana untuk membangun masjid yang ke-2, yang akan dibangun dari awal, dengan konsep dan desain yang menonjolkan Indonesia.

“Ada kubah, lalu interior kaligrafinya,” tambah Arif.

Sama halnya dengan IMAAM, organisasi Indonesian American Muslim Community (IAMC) di Sugar Land yang berlokasi sekitar 31 km dari kota Houston di Texas juga tengah membangun masjid secara bertahap.

Organisasi yang berdiri sejak tahun 2012 ini kini mengelola masjid sementara yang diberi nama Istiqlal, yang beroperasi sejak tahun 2015 lalu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *