Di sisa masa pemerintahan yang tinggal tiga bulan ini, Presiden Joko Widodo resmi melantik tiga wakil menteri baru, di Jakarta, Kamis (18/7), termasuk keponakan presiden terpilih Prabowo Subianto, yakni Thomas Djiwandono.
JAKARTA | DN – Thomas dilantik menjadi wakil menteri keuangan II, sementara dua lainnya adalah Sudaryono, menjadi wakil menteri pertanian, dan Yulio Tanjung menjadi wakil menteri investasi atau wakil kepala BKPM.Sudaryono, yang merupakan asisten pribadi Prabowo sejak 2010, menggantikan Harvick Hasnul Qolbi. Yuliot sebelumnya tercatat sebagai pejabat di BKPM dengan posisi Deputi Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM.
Thomas tidak berbicara banyak kepada awak media selepas pelantikan. Thomas yang juga bendahara umum Partai Gerindra ini mengatakan bahwa penunjukkan dirinya sebagai wamenkeu II adalah untuk memperlihatkan kontinuitas daripada pemerintahan Presiden Jokowi dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto. Ia hanya menjelaskan sedikit bahwa tugasnya nanti adalah menyangkut penyusunan APBN 2025.
“Tugas saya adalah supaya semua hal yang menyangkut anggaran terutama yang di 2025 itu selaras dengan apa yang sudah dicetuskan pemerintah sekarang dan tentunya program-program presiden terpilih ke depan,” ungkap Thomas.
Selain itu, katanya, dengan bergabungnya ia di dalam kabinet ini juga menunjukkan konsistensi dan kerja sama yang baik antara pemerintah saat ini dan tim transisi pemerintahan Prabowo-Gibran dalam bidang ekonomi dengan pemerintahan. Thomas menyatakan bahwa tim transisi dan pemerintah, dalam hal ini Kemenkeu, sudah berkoordinasi kurang lebih selama tiga bulan. Ketika ditanya mengenai program unggulan Prabowo-Gibran, Thomas menyatakan bahwa hal tersebut tidak bisa dibahas saat ini, karena masih dalam proses penyusunan RAPBN 2025.
“Untuk pertanyaan yang terkait makan siang gratis saya rasa ini bukan saatnya, yang saya bisa katakan di sini adalah semua hal yang menyangkut program unggulan presiden terpilih apakah itu makan siang gratis dan sebagainya, itu akan selaras dengan prinsip-prinsip yang sudah ditegaskan oleh Ibu Menkeu,” tegas Thomas.
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menepis anggapan publik bahwa masuknya Thomas sebagai Wamenkeu II karena tidak adanya hubungan yang baik antara pihak Kemenkeu dengan tim transisi Prabowo-Gibran. Menurutnya, justru masuknya Thomas ke dalam kabinet menunjukkan hubungan yang cukup baik selama ini, mengingat sudah tiga bulan, keduanya berkomunikasi secara intensif.








