Retno juga mengatakan bahwa Jokowi ingin agar RRT mempercepat penyelesaian studi kelayakan untuk kereta cepat Jakarta- Surabaya, dan mendorong adanya alih teknologi.
“Bapak Presiden juga mendorong implementasi proyek strategis di kawasan industri Kaltara Khususnya untuk investasi di bidang petrokimia. Lalu mengenai masalah ketahanan pangan. Ketahanan pangan sangat penting. Oleh karena itu kerja sama pertanian dua negara penting untuk ditingkatkan khususnya untuk padi, hortikultura dan durian dengan salah satunya mempelajari modeling pertanian RRT,” jelas Retno.
Konflik Timur Tengah
Isu Timur Tengah yang sedang memanas juga tidak luput dari pembicaraan keduanya. Jokowi, kata Retno, menyampaikan kepada Wang Yi bahwa Indonesia terus melakukan komunikasi diplomatik dengan berbagai pihak termasuk Iran dan Amerika Serikat. Indonesia dalam komunikasi itu, menurutnya, selalu menekankan pentingnya deeskalasi, dan meminta negara-negara untuk menggunakan pengaruhnya agar eskalasi dapat dihindari.
“Di dalam diskusi tadi posisi RRT dan Indonesia sama di dalam isu ini dan Bapak Presiden juga menyampaikan keyakinannya bahwa RRT juga akan menggunakan pengaruhnya agar eskalasi dapat dicegah,” jelasnya.
Wang Yi, ungkap Retno, juga menekankan dukungannya terhadap kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara, seperti halnya Indonesia. Baik Indonesia maupun RRT, kata Retno, meyakini bahwa konflik Palestina harus diselesaikan secara adil melalui solusi itu apabila semua pihak ingin melihat stabilitas di Timur Tengah.
“Tadi juga dilakukan exchange mengenai dukungan mayoritas negara-negara anggota PBB untuk keanggotaan penuh Palestina di PBB. Di dalam hal ini sekali lagi posisi Indonesia dan RRT sama, bahwa kita mendukung penuh keanggotaan Palestina di PBB,” jelasnya.
Ketergantungan Ekonomi Indonesia Terhadap China








