Jagoan Kalah, Timses Capres dan Caleg Akui Stress dan Perlu Penanganan

  • Whatsapp
Salah satu timses caleg dan timses capres mengikuti layanan konsultasi kesehatan mental secara gratis yang diadakan oleh RSUD Taman Sari, bekerja sama dengan RS Soeharto Herdjaan dan Puskesmas Taman Sari, di RSUD Taman Sari, Selasa (20/2). (Humas RSUD Taman Sari).
Salah satu timses capres dan timses caleg diperiksa alat bernama heart rate variability (HRV) sebelum melakukan konsultasi kesehatan mental dengan psikiater atau psikolog. (VOA/Ghita Intan)
Salah satu timses capres dan timses caleg diperiksa alat bernama heart rate variability (HRV) sebelum melakukan konsultasi kesehatan mental dengan psikiater atau psikolog. (VOA/Ghita Intan)

Untuk melakukan pemeriksaan kesehatan mental, ada dua cara yang dilakukan, lewat konsultasi online dengan psikiater dari RSUD Taman Sari, dan pemeriksaan langsung yang disertai penyuluhan kesehatan jiwa bagi 100 orang pertama secara gratis. Khusus pemeriksaan langsung, pihak rumah sakit menggunakan dua unit alat canggih heart rate variability (HRV) milik RS Soeharto Heerdjan.

Alat HRV yang mirip dengan alat saturasi oksigen ini akan dikenakan di tangan pasien dan direkam selama tiga menit. Mesin tersebut, tambah dr Ngabila, akan merekam interpretasi gelombang rata-rata denyut jantung, dan juga gelombang tingkat stress dari seseorang.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Itu nanti bisa diinterpretasikan oleh psikolog atau psikiater itu apakah ada stres yang berat pada seseorang ataupun potensi terjadinya gangguan kesehatan mental. Lamanya tiga menit, lalu dilanjutkan dengan konsultasi hasil oleh psikolog,” tambahnya.

Dokter: Jangan Anggap Remeh Kesehatan Mental

Sejak perebakan luas dan berakhirnya pandemi COVID-19, gangguan kesehatan mental yang dialami masyarakat diketahui cukup tinggi. Tak sedikit yang berupaya mengakhiri hidup karena berbagai tekanan yang dialami.

Gedung RSUD Taman Sari (Humas RSUD)
Gedung RSUD Taman Sari (Humas RSUD)

Oleh karena itu dr Ngabila meminta masyarakat tidak menganggap remeh isu kesehatan mental, terlebih karena saat ini banyak fasilitas yang memberikan layanan konsultasi dan dapat menggunakan BPJS Kesehatan.

“Jangan takut di stigma, jangan takut terkesan kita tidak waras dan lain sebagainya, Tidak boleh lagi ada stigma seperti itu. Jadi, diharapkan kita dapat mengakses layanan kesehatan terdekat dengan pakarnya langsung, tidak ke alternatif dan lain sebagainya karena justru itu betul-betul self love kita, rasa sayang kita dan itu supaya kita bisa benar-benar sembuh sempurna dan tidak masuk pada kegangguan jiwa,” pungkasnya. [Red]#VOA