Inggris, Prancis, dan Jerman telah menyerukan penyelidikan atas peristiwa tersebut; begitu pun dengan Uni Eropa dan Uni Afrika.
Iran mengecam Israel, dengan menyebutnya sebagai “serangan biadab oleh rezim Zionis”. China pun mengatakan mereka “terkejut”. Sementara itu, Kolombia mengumumkan bahwa mereka menangguhkan pembelian senjata dari Israel.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengungkapkan bahwa Washington akan mendorong Israel untuk mengizinkan lebih banyak truk bantuan masuk ke Gaza dan mengkaji kemungkinan pengiriman bantuan lewat laut, setelah sebelumnya AS mengirimkan bantuan melalui udara, seperti yang telah dilakukan beberapa negara lainnya.
Saat menjawab pertanyaan wartawan di luar Gedung Putih sebelum menuju Camp David pada Jumat (3/1), Biden mengatakan bahwa belum ada kesepakatan baru mengenai gencatan senjata dan negosiasi penyanderaan antara Israel dan Hamas, dan ia tidak yakin kedua hal itu akan terwujud awal minggu ini. Sebelumnya, ia berharap bahwa Israel dan Hamas akan mencapai kesepakatan mengenai isu-isu tersebut pada Senin (4/3) ini.
Pada kesempatan terpisah, saat ditanya wartawan mengenai insiden di Gaza, juru bicara Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) PBB Jens Laerke pada Jumat (3/1) mengatakan, “Mobilisasi truk-truk itu dilakukan tanpa adanya koordinasi dengan PBB. Kami tidak terlibat dalam hal itu. Kita semua tahu bahwa ada kegiatan kemanusiaan di Gaza yang tidak dikoordinasikan oleh atau bekerja sama dengan PBB.”
Berkaitan dengan isu kemanusiaan, Dewan Keamanan PBB juga menyatakan kekhawatiran mereka atas laporan Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC) PBB yang menyatakan 2,2 juta orang di Gaza menghadapi kerawanan pangan akut yang mengancam jiwa. [Red]#VOA









