
Israel Klaim Sebagian Besar Warga Gaza Tewas Terinjak Saat Berebut Bantuan

“Berdasarkan informasi yang kami himpun dari para komandan dan pasukan di lapangan, tinjauan awal kami mengindikasikan bahwa setelah tembakan peringatan dilepaskan untuk membubarkan kerumunan, dan setelah pasukan kami mulai mundur, beberapa ‘penjarah’ mendekati pasukan kami dan menimbulkan ancaman langsung bagi mereka. Menurut tinjauan awal, para tentara mengambil tindakan terhadap beberapa individu tersebut,” ujarnya.
Hagari menambahkan bahwa sebuah badan ahli, profesional, dan independen dari pihak Israel telah memulai penyelidikan yang lebih menyeluruh atas insiden tersebut. Mereka akan menyampaikan hasil temuannya paling cepat dalam beberapa hari ke depan.
Muatasem Salah, anggota Komite Kedaruratan Kementerian Kesehatan di Gaza menyatakan ada lebih dari seribu korban, baik yang meninggal maupun yang terluka, dari peristiwa itu. Ia pun menolak hasil tinjauan awal Israel.
“Upaya apa pun untuk mengklaim bahwa korban mati syahid karena berdesak-desakan atau tertabrak itu tidak benar. Mereka yang terluka dan mati syahid itu karena ditembaki dengan peluru berkaliber besar,” ungkapnya dalam sebuah pernyataan kepada kantor berita Reuters.
Namun, rekaman video hitam-putih tanpa suara itu memunculkan pertanyaan karena tidak menunjukkan apa yang terjadi sebelum dan setelahnya, dan beberapa bagian gambar terlihat gelap atau tidak jelas, dengan dua area yang menunjukkan kendaraan militer Israel berada di dekat rombongan truk bantuan.
Pihak militer Israel belum merespons permintaan informasi lebih lanjut dari kantor berita AFP yang meminta informasi lebih lanjut.
Tanggapan Dunia








