Juru bicara IDF Laksmana Muda Daniel Hagari mengatakan bahwa setelah menjadi sasaran roket-roket dan pesawat nirawak (drone) Hizbullah selama hampir satu tahun, “Israel melakukan apa yang akan dilakukan oleh setiap negara yang berdaulat di dunia jika mereka menghadapi organisasi teror yang berupaya menghancurkan perbatasan mereka.”
Serangan udara Israel terjadi hanya beberapa menit setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato di sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Netanyahu menyampaikan pesan yang hampir sama.
“Kami tidak akan berhenti sampai warga kami dapat kembali dengan selamat ke rumah mereka,” katanya. “Kami tidak akan menerima pasukan teror yang bertengger di perbatasan utara kami.”
Netanyahu juga menyampaikan pesan untuk Iran, yang mensponsori Hizbullah di Lebanon dan Hamas di Gaza.
“Jika Anda menyerang kami, kami akan menyerang Anda,” katanya. “Tidak ada tempat di Iran yang tidak dapat dijangkau oleh Israel. Dan hal ini berlaku di seluruh Timur Tengah.”
Sebelum serangan udara di pinggiran Beirut, Israel dan Hizbullah saling melancarkan serangan udara melintasi perbatasan selatan Lebanon. Sebelumnya pada Jumat, dalam konferensi pers di Beirut, penjabat Menteri Kesehatan Lebanon Firass Abiad mengatakan serangan udara terus berlanjut semalaman, menewaskan 25 orang dan melukai “sejumlah besar” lainnya.
Membalas serangan “kejam” Israel ke kota-kota dan desa-desa Lebanon, Hizbullah menembakkan roket-roket ke Kota Tiberias di bagian utara Israel. Para petugas tanggap darurat di kota itu melaporkan tiga orang mengalami cedera ringan.








