“Wilayah-wilayah tersebut awal musim kemaraunya diprediksi mundur dibandingkan rerata klimatologinya,” ungkap Dwikorita.
Selanjutnya, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia atau sebanyak 317 zona musim akan mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2024. Wilayah sebagian Sumatra Selatan, Jawa Timur, sebagian besar Pulau Kalimantan, Bali, NTB, NTT, sebagian besar Pulau Sulawesi, Maluku, dan sebagian Pulau Papua diprediksi akan menghadapi puncak musim kemarau pada Agustus 2024.
Indonesia juga harus mewaspadai adanya wilayah yang diprediksi akan mengalami musim kemarau di bawah normal atau lebih kering dari biasanya. Setidaknya ada 61 zom yang diprediksi mengalami kemarau di bawah normal terjadi di sebagian kecil Aceh, sebagian kecil Sumatra Utara, sebagian kecil Riau, sebagian Kepulauan Bangka Belitung, sebagian Jawa Timur, dan sebagian Kalimantan Barat.
“Kemudian, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian NTT, Maluku Utara, sebagian Papua Barat, sebagian Papua Tengah, dan sebagian Papua Selatan,” ujar Dwikorita.
“Namun terdapat beberapa wilayah yang mengalami puncak musim kemarau pada Juli 2024 yaitu sebanyak 217 zom yaitu 31,2 persen. Puncak kemarau pada September 2024 terjadi di 68 zom atau 9,7 persen,” tambahnya.









