“Beruntung santri Al-Fadlu sebab kalian berada di tempat yang tepat. Dari tempat ini, Mbah Dim itu orang yang mempunyai sanad terus dari gurunya ke gurunya terus sampai ke Rasulullah saw. Kita semua itu orang yang paling beruntung termasuk saya yang bisa hadir dalam acara ini, dan saya membawa jubah yang saya pakai ketika bertemu dengan beliau,” lanjut Habib Syech.
Sementara itu, KH Ali Nadhodin, santri kepercayaan keluarga Mbah Dim, menyampaikan bahwa KH Dimyati Rois lahir pada 5 juni 1945 di Tegal Glagah, Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah. Anggota Ahlul Halli wal Aqdi pada Muktamar Ke-34 NU di Lampung ini merupakan putra dari pasangan KH Rois dan Nyai Djusminah.
Ia merupakan putra kelima dari 10 bersaudara, di antaranya Nyai Khanifah, KH Tohari Rois, KH Masduki Rois, H Murai Rois, KH Saidi Rois, Nyai Khotijah, KH Syatori Rois, Ny. Mukoyah dan Nyai Daroroh. KH. Dimyati Rois.








