LAMONGAN | DN — Industri galangan kapal nasional saat ini tengah menghadapi fase pelemahan yang cukup signifikan. Dari sekitar 300 unit galangan kapal yang tersebar di berbagai wilayah nusantara, tercatat kurang dari 10 persen yang masih mampu beroperasi secara aktif.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah mengambil langkah strategis dengan menugaskan PT PAL Indonesia sebagai konsolidator nasional. Penugasan ini bertujuan untuk merevitalisasi serta mengoptimalkan kembali kapasitas industri maritim domestik. Sebagai wujud nyata dari mandat tersebut, BUMN sektor maritim itu mulai mengembangkan fasilitas galangan kapal baru di kawasan pesisir Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Ketua Tim PMN PT PAL Indonesia, Uut Tata Wijaya, mengungkapkan bahwa ekspansi bisnis ke wilayah pesisir utara Jawa Timur ini merupakan instruksi langsung dari pemerintah pusat guna menyelamatkan sektor perkapalan dalam negeri.
“PT PAL hadir di Lamongan atas dasar instruksi negara. Dari 300-an galangan kapal di Indonesia, tak kurang dari 10 persen yang aktif,” ujar Uut saat memberikan keterangan di Lamongan.
Untuk merealisasikan pembangunan fasilitas perbaikan dan pembuatan kapal di Paciran tersebut, PT PAL mengandalkan alokasi dana dari Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp 427 miliar. Fasilitas modern ini disiapkan secara bertahap guna melayani jasa pemeliharaan (repair) berbagai jenis armada, mulai dari kapal perang hingga kapal tongkang, dengan rentang panjang antara 60 meter hingga 100 meter. Ke depan, infrastruktur ini juga diproyeksikan untuk menopang produksi kapal baru.
Di samping mendongkrak sektor industri berat, kehadiran mega proyek ini turut memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat pesisir Kecamatan Paciran, terutama dalam hal penciptaan lapangan pekerjaan. Pada tahap awal operasional divisi pemeliharaan, proyek ini diproyeksikan menyerap sekitar 200 tenaga kerja langsung, di luar tenaga pendukung dari pihak subkontraktor.
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial korporasi, PT PAL berkomitmen untuk menyelenggarakan pelatihan teknis secara berkala. Langkah ini diambil guna memastikan masyarakat lokal memiliki kualifikasi yang memadai dan siap diserap oleh industri maritim modern.
Menanggapi peluang tersebut, aparat desa setempat menyambut baik rencana ekspansi ini, namun tetap menitipkan pesan agar proses rekrutmen berjalan secara akuntabel. Kepala Dusun Klayar, Fadhulloh, berharap pemuda setempat mendapat prioritas utama dalam penyerapan tenaga kerja.
“Sinergitas yang sudah ada kami harap terus dikembangkan. Pemuda dan warga yang layak harus betul-betul diserap sebagai tenaga kerja lokal,” ujar Fadhulloh. [J2]








