Hamas Pilih Pemimpin Baru, Gencatan Senjata di Gaza Makin Suram

  • Whatsapp
FILE - Yahya Sinwar, kepala Hamas di Gaza, menyapa para pendukungnya setibanya di sebuah pertemuan di aula di sisi laut Kota Gaza, 30 April 2022.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan sekarang terpulang kepada Yahya Sinwar apakah dia mau mencapai kesepakatan gencatan senjata dalam konflik Gaza yang telah berlangsung 10 bulan. Selama ini, kata Blinken, Sinwar “telah dan akan tetap menjadi penentu utama.” Itulah yang akan terjadi seandainyapun perunding utama Hamas Ismail Haniyeh yang dianggap relatif lebih moderat, masih hidup.

Khaled Hroub, spesialis Hamas di Universitas Northwestern di Qatar, mengatakan kepada surat kabar Le Monde Prancis bahwa “jika Israel, Amerika Serikat, dan sekutu mereka di kawasan tersebut dan sekitarnya berharap bisa menundukkan Hamas dengan kekerasan, responsnya adalah Hamas yang lebih radikal.” Menurut Hroub, ia tidak melihat sikap Hamas melunak ketika AS dan Qatar mencoba mencapai kesepakatan dan berharap akan mengurangi eskalasi saat ini antara Israel dan Iran.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Cinzia Bianco, spesialis negara-negara Teluk di Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri, mengatakan kepada VOA bahwa Qatar telah mencoba selama delapan bulan untuk mewujudkan kesepakatan, tetapi Hamas menunggu isyarat dari Iran. “Mereka hanya mendengar Iran dan mungkin juga pendukung eksternal lainnya, termasuk Rusia dan China. Tujuan politik dan tujuan militer kini menjadi satu. Itu berarti pengaruh Qatar sekarang berkurang,” sebutnya.

Pejabat-pejabat intelijen Israel dan AS mengatakan kepada surat kabar New York Times bahwa strategi Sinwar adalah “terus mengobarkan perang di Gaza selama diperlukan untuk mencabik reputasi internasional Israel dan merusak hubungannya dengan sekutu utamanya, Amerika Serikat.”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *