Hamas Pilih Pemimpin Baru, Gencatan Senjata di Gaza Makin Suram

  • Whatsapp
FILE - Yahya Sinwar, kepala Hamas di Gaza, menyapa para pendukungnya setibanya di sebuah pertemuan di aula di sisi laut Kota Gaza, 30 April 2022.

Yahya Sinwar, yang diyakini sebagai arsitek serangan 7 Oktober terhadap Israel, kini menjadi kepala politik baru Hamas, yang dinyatakan sebagai kelompok teroris oleh AS. Sinwar juga menjadi panglima militer Hamas dan bermarkas di Gaza.

Para analis berpendapat, Sinwar tidak mungkin meraih kesepakatan gencatan senjata dengan Israel untuk mengakhiri pertempuran di Gaza dan memulangkan para sandera. Tetapi, seorang juru bicara Hamas mengatakan, Sinwar akan melanjutkan negosiasi.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

DN – Nicholas Heras dari New Lines Institute di Washington memberi tahu VOA bahwa dipilihnya Yahya Sinwar dengan suara bulat sebagai kepala politik baru Hamas menunjukkan bahwa Gaza kini menjadi pusat perhatian, dan bukan Qatar, tempat para pemimpin politik itu bermarkas.

Lebih lanjut Heras mengatakan, “Sekarang, Hamas membuat pernyataan yang sangat jelas kepada dunia, tidak hanya kepada Israel, Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir bahwa jalan bagi Hamas menguasai Gaza dan pada dasarnya Hamas, adalah bersedia berjuang sampai titik darah penghabisan. Ini sangat pahit, tidak hanya bagi kelangsungan hidup Hamas sebagai sebuah organisasi, tetapi dari sudut pandang Hamas bagi masa depan rakyat Palestina. Hamas memberi isyarat kepada Israel dan siapa pun yang bekerja dengan mereka bahwa tidak bisa memisahkan Gaza dan masa depan Gaza dari Hamas,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *