Grebeg Suro 2026: Tiban dan Cambuk Berdarah Hidupkan Tradisi Purwokerto, Ngadiluwih, Kabupaten Kediri

  • Whatsapp

Sementara itu, Sekretaris Desa Purwokerto, Brendy, menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang terus mendukung pelestarian budaya lokal.

Pemerintah Desa Purwokerto berkomitmen mendukung pelestarian budaya sebagai identitas desa. Grebeg Suro menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi budaya Purwokerto kepada masyarakat luas sekaligus mendorong tumbuhnya wisata budaya yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga. Kami berharap sinergi antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat terus terjalin sehingga tradisi Tiban dan Cambuk Berdarah tetap lestari,” ungkap Brendy.»

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Panitia juga menegaskan bahwa seluruh rangkaian ritual dilaksanakan sesuai ketentuan adat dan berada di bawah pengawasan tokoh masyarakat. Masyarakat yang hadir diimbau menjaga ketertiban dan menghormati prosesi sakral yang menjadi bagian penting dari warisan budaya Desa Purwokerto.

Ke depan, penyelenggara berharap Grebeg Suro dapat terus berkembang melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, sehingga tradisi Tiban dan Cambuk Berdarah tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Purwokerto, tetapi juga menjadi daya tarik budaya kabupaten Kediri ditingkat nasional pungkasnya. [Yud]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *