LAMONGA | MDN — Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan dan gerakan keumatan di Kabupaten Lamongan. Tokoh pendidikan yang juga Ketua Yayasan Catur Bhakti Sultan Agung Blimbing, Drs. H. Mukhlis Romli, MM, dilaporkan berpulang ke Rahmatullah.
Kepergian mantan aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) ini menyisakan kesedihan mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar almarhum, tetapi juga warga kawasan Blimbing, jajaran pendidik, hingga tokoh masyarakat di Jawa Timur.
Sepanjang hidupnya, almarhum dikenal luas sebagai figur yang mendedikasikan seluruh pikiran dan tenaganya untuk memajukan pendidikan Islam serta menguatkan kemaslahatan umat. Di bawah kepemimpinannya, Yayasan Catur Bhakti Sultan Agung Blimbing berkembang pesat dan menaungi berbagai tingkatan lembaga pendidikan, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Sultan Agung.
Lembaga-lembaga pendidikan tersebut hingga kini menjadi kawah candradimuka dalam membentuk karakter generasi muda di kawasan pesisir Lamongan yang berilmu pengetahuan sekaligus berakhlak mulia.
Selain berkiprah di dunia pendidikan formal, rekam jejak Mukhlis Romli sebagai mantan aktivis PII turut membentuk jiwa kepemimpinan dan kepedulian sosialnya yang tinggi. Semangat pengabdian masa mudanya tak pernah padam, melainkan makin matang dalam bentuk aksi nyata dan komitmen menjaga persatuan umat.
Wafatnya almarhum mendatangkan duka yang mendalam bagi masyarakat sekitar. Salah seorang warga sekaligus tokoh masyarakat Blimbing, Ahmad Ridwan (52), mengenang almarhum sebagai sosok pendidik yang sangat mengayomi dan rendah hati.








