Grebeg Suro 2026: Tiban dan Cambuk Berdarah Hidupkan Tradisi Purwokerto, Ngadiluwih, Kabupaten Kediri

  • Whatsapp

Pada Grebeg Suro 2026, Tiban menjadi sajian utama sebagai pengingat bagi generasi muda agar tetap mengenal dan melestarikan warisan budaya yang memiliki fungsi sosial dan spiritual dalam kehidupan masyarakat agraris Desa Purwokerto.

Ritual Cambuk Berdarah turut menjadi perhatian masyarakat. Dalam prosesi tersebut, para pelaku adat melakukan cambukan yang menimbulkan luka ringan sebagai simbol keteguhan, permohonan berkah, dan penghormatan terhadap tradisi leluhur. Masyarakat meyakini ritual tersebut dahulu sering dikaitkan dengan turunnya hujan sebagai pertanda doa yang dikabulkan.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kepala Dusun Purwokerto sekaligus tokoh Tiban, Dwi Ari D, mengatakan bahwa tradisi Cambuk Berdarah dan Tiban merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga bersama.

Tradisi ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi memiliki nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang diwariskan oleh para leluhur. Alhamdulillah, Cambuk Berdarah Purwokerto telah memiliki pengakuan merek di tingkat nasional. Kami berharap generasi muda semakin bangga untuk ikut melestarikan dan mengembangkan tradisi ini agar semakin dikenal di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional,” ujarnya.»

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *